Artikel, Berita, Foto, dan Video

  • This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Thursday, May 19, 2016

Peristiwa: Thanks to STSI

Pidi Baiq, penulis sekaligus pentolan Republik the Panas Dalam ikut memeriahkan konser bertajuk “Thanks to STSI, Selasa (2/12/14). Konser yang diselenggarakan oleh HIMABA (Himpunan Mahasiswa Musik Bambu) STSI Bandung ini adalah rangkaian dari perayaan pergantian nama kampus dari STSI ke ISBI (Institut Seni Budaya Indonesia).

Share:

Opini: Mulailah Berpikir Untuk Pindah

Kemacetan kawasan kota, menjadi salah satu permasalahan bersama yang harus dicari solusinya.
Judul di atas sangat tepat dengan realita saat ini, dimana Indonesia dengan Pulau Jawa sebagai pusat dari segala koordinasi pemerintahan dan permukiman penduduk. Sudah sedikit sekali lahan hijau dan terbuka yang ada di pulau ini, semuanya penuh oleh gedung-gedung kantor, pusat perbelanjaan, dan permukiman kumuh penduduk di setiap kota besarnya. Sampai-sampai banjir sudah merupakan suatu hal yang lumrah terjadi di pulau ini, karena air hujan tidak tahu kemana harus mengalir saat turun ke bumi.

Tak adanya daerah resapan untuk menampung air hujan tersebut, seringkali membuat kita sebagai penghuni pulau ini ketar-ketir sibuk mengamankan harta berharga milik pribadi saat hujan turun. Ditambah lagi dengan fakta semakin banyaknya daerah padat penduduk, maka semakin tinggi pula tingkat resiko terjadinya kebakaran akibat petir yang menyambar tiang listrik saat hujan di daerah permukiman penduduk. 

Selain itu, jalur pinggiran sungai yang semestinya menjadi “tembok penghalang” air saat hujan turun malah dijadikan tempat permukiman kumuh penduduk kelas bawah. Sungai juga tidak menjadi indah lagi untuk dilihat oleh mata tatkala sampah menumpuk di sungai yang menjadi penyebab pokok terjadinya banjir di kota besar pulau Jawa.

Walau sudah sering terjadi, nampaknya kita masih saja “membandel” tidak mau berpikir untuk menyehatkan lingkungan di Pulau Jawa ini. Kita masih saja protes terhadap kebijakan pemerintah terutama yang berkaitan dengan masalah lingkungan, tetapi disatu sisi kita juga masih mengacuhkan lingkungan. Buang sampah sembarangan adalah contoh terbesarnya, kita semua seringkali masih menganggap remeh aturan ini. 

Padahal disadari atau tidak, itu berdampak besar pada lingkungan. Jika kita selalu menerapkan perilaku hidup sehat kepada lingkungan, dengan membuang sampah ke tempat sampah saja, misalnya, kita tidak perlu repot-repot melakukan protes ke pemerintah bahkan sampai demonstrasi besar-besaran yang berujung kerusuhan soal lingkungan yang tak nyaman di daerah tempat tinggal kita.

Kepadatan permukiman penduduk khususnya kawasan kumuh juga dapat beresiko tinggi terkena longsor, bangunan-banguna rumah yang terlalu banyak dan kumuh menyebabkan tanah dibawahnya yang tak sanggup lagi menopang beban. Ini juga salah satu kebiasaan masyarakat kita yang selalu menganggap bahwa membangun umah bisa dimana saja. 

Padahal jika longsor sudah terjadi, mereka juga yang merasakannya. Sepertinya kita ini memnag sudah terbiasa untuk mengungsi ke tempat pengungsian hanya karena persitiwa yang berawal dari masalah sepele.

Karena kebiasaan buruk kita yang seperti inilah pembangunan negara terhambat karena setiap tahunnya APBN selain sering diselewengkan juga sering dipakai untuk pembangunan infrastruktur daerah yang sebenarnya tidak perlu. 

Seperti menambal tanggul yang jebol pinggir sungai daerah bekas banjir, yang selalu dilakukan dari tahun ke tahun, memboroskan uang negara saja. Padahal, ada hal lain yang lebih penting untuk dibenahi semisal infrastruktur pendidikan, konstruksi jalan-jalan darat, atau pembangunan jembatan tol laut, mengingat negara kita adalah negara kepulauan terbesar di dunia, jadi harus dihubungkan oleh jembatan dari pulau ke pulau.

Masalah sosial juga terjadi akibat lingkungan kota yang tidak indah untuk dilihat, misal, ketika ibukota Jakarta banjir besar penduduk setempat pasti langsung akan berkata bahwa ini adalah banjir kiriman dari daerah Bogor yang secara geografis letaknya lebih tinggi dibanding ibukota, padahal hukum sederhana air yang selalu mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah adalah faktanya. 

Sehingga yang terjadi warga pinggiran ibukota seringkali dijadikan kambing hitam oleh penduduk ibukota, padahal semua itu terjadi akibat ulah mereka sendiri yang tidak peduli dengan kondisi sungainya. Faktor pemerintah daerah dan pusat yang suka terlambat respon juga menjadi penyebab masalah sosial di daerah padat penduduk semakin besar.

Kita memang seharusnya lebih peduli terhadap lingkungan kita sendiri, tetapi entah mengapa sudah berkali-kali musibah datang menghampiri kita akibat kurangnya perhatian terhadap lingkungan, kita masih saja bisa tutup kuping dan mata sambil menganggap bahwa fenomena seperti itu adalah hal yang wajar untuk kita alami. 

Jika bencana besarnya sudah datang, bahkan merenggut korban jiwa yang banyak dan itu adalah keluarga-keluarga mereka sendiri, mereka sendirilah yang ujung-ujungnya menangis dan berteriak meminta bantuan kepada orang lain dan pemerintah akibat bencana yang sebenarnya karena ulah mereka sendiri.

Kembali lagi ke awal pembahasan, pulau yang kita tinggali ini memang sudah sesak untuk ditinggali. Tapi mengapa jutaan orang tiap tahunnya selalu datang berdutun-duyun ke pulau Jawa? 

Jawaban yang paling tepat mungkin adalah tinggal di pulau Jawa membuat taraf kehidupan mereka meningkat daripada tetap tinggal di desa yang lain pulau. 

Mengapa hal ini terjadi ? Karena kesenjangan pembangunan daerah, terutam yang dari wilayah timur Indonesia. Dalam hal ini pemerintah semestinya pula sadar, bahwa penduduknya tak hanya tinggal di Pulau Jawa saja. Namun ada banyak penduduk lainnya yang bahkan tinggal di daerah terpencil, seperti di Pulau Rote, Sangihe Talaud dan Sabang, yang mereka juga membutuhkan uluran bantuan dari pemerintah untuk membangun desanya.

Padahal jika pemerintah mau untuk memperhatikan warga-warga yang tinggal di luar Pulau Jawa dengan membangun infrastruktur penunjang kehidupan warga-warga di sana. Dijamin, masyarakat Indonesia pelosokpun akan berpikir dua kali untuk merantau ke Pulau Jawa, karena di desanya sudah tercukupi kebutuhan hidup dan lain-lainnya. 

Jika itu terjadi, maka masyarakat Pulau Jawapun tidak merasa terbebani hidupnya, akibat lingkungannya yang semakin kumuh, bau, panas, dan lembab yang juga berdampak kepada kerukunan masyarakat yang berasal dari suku yang berbeda.

Atau hal sebaliknya, yaitu dengan transmigrasi besar-besaran masyarakat Pulau Jawa ke pulau lainnya lalu bekerja sama dengan penduduk lokal untuk membangun desa dan kota kecilnya menjadi kawasan perindustrian yang sehat dan menguntungkan semua pihak. Sekali lagi, kalau langkah ini mau dilakukan pemerintah harus membantu para calon transmigran yang akan berangkat dengan menyediakan lapangan pekerjaan yang sesuai, dan perbekalan-perbakalan lainnya.

Jika itu semua belum terjadi sama sekali, dan pemerintah masih tutup kuping dan mata atas nasib rakyatnya akibat masalah lingkungan yang sudah bertahun-tahun tak kunjung selesai, lantas bagaimana solusinya? 

Solusinya adalah dari kita sendiri sebagai rakyat, mulai ikhlaskan hati untuk berlaku sehat terhadap lingkungan agar senantiasa nyaman untuk ditinggali. Kalau masih acuh juga? 

Ya, sudah sepantasnya kita mulai berpikir untuk pindah keluar dari Pulau Jawa agar kita juga merasakan apa yang mereka rasakan tinggal di desa terpencil. Daripada menjadi duri dalam daging, seorang kotor diantara kawanan yang bersih atau juga sangat kotor.
Share:

Musik: Belajar dari Musik K-Pop, Untuk Dunia Musik Indonesia yang Lebih Baik

K-Pop, brand industri musik pop Korea Selatan yang saat ini sudah mencapai level internasional.
Ya, musik K-Pop saat ini sedang mewabah dunia musik planet Bumi ini, berdasarkan dari asalnya genre musik ini yaitu negara Korea Selatan tempat awal mulanya K-Pop berada, awalnya beberapa tahun yang lalu genre musik ini hanya berkembang di Korea Selatan namun kini dampaknya meluas hingga seluruh penjuru dunia termasuk Indonesia.

Pertanyaannya adalah mengapa musik K-Pop bisa berkembang pesat seperti dewasa ini hingga seluruh dunia bahkan bisa menyaingi industri musik Barat yang condong ke Amerika ? Tentunya bukan faktor sim salabim bagi musik K-Pop untuk berkembang pesat.

Di bawah ini saya akan beberkan beberapa faktor mengapa musik K-Pop bisa berkembang pesat.

Yang pertama tentu dari artis atau musisi K-Pop itu sendiri, maksudnya adalah musisi K-Pop tidak terkenal secara mendadak muncul di Youtube lalu tenar sebentar setelah itu selesai tak terdengar lagi nama dan karyanya yang lain.

Di Korea Selatan mengandalkan fisik atau ketenaran orang lain semata tidaklah cukup untuk seseorang bertahan lama di dunia musik K-Pop, membutuhkan banyak proses agar bisa menjadi musisi K-Pop yang berkualitas dan tidak cepat turun panggung , proses itu dimulai dari tingkat audisi di perusahaan manajemen musik dan artis besar Korea Selatan.

Audisi ini melibatkan banyak calon trainee yang saling bersaing satu sama lain, setelah ditetapkan beberapa orang calon bintang, barulah para trainee ini dilatih hingga bertahun-tahun tergantung prospek dari pihak manajemen musik apakah para trainee ini akan dijadikan band, girlband, atau boyband bahkan penyanyi solo. 

Selama menjalani proses training status para trainee ini bisa berubah sesuai perkembangan bakat musiknya baik dibidang vokal, dance ataupun kemampuan penguasaan alat musik. Jika semakin menanjak besar kemungkinan ia akan menjadi musisi handal, tetapi jika semakin memburuk ia akan terdepak, tergantikan oleh calon trainee yang lain.

Metode training yang dilakukan oleh para perusahaan musik besar Korea Selatan tersebut kepada calon bintang musik K-Pop bertujuan untuk mengasah kemampuan bermusik dan melatih mental para calon musisi K-Pop jika sudah terjun ke masyarakat dengan lagu-lagu yang mereka bawakan. Selanjutnya, jika dianggap sudah cukup mumpuni kualitas bermusik serta vokal dan dance, para trainee ini barulah bisa proses rekaman album pertama atau mini album pertama. 

Maka tak heran para musisi K-Pop yang sudah populer di album pertamanya akan mudah bertahan lama hingga sekian tahun, ini yang tidak dimiliki oleh musisi Indonesia yang kebanyakan hanya sukses di lagu pertama selanjutnya malah tidak berkembang dan malah semakin tidak bertahan lama.

Faktor kedua yang mempengaruhi suksesnya musik K-Pop di dunia musik internasional adalah publikasi yang tinggi baik dari video teaser yang sekaligus mempublikasikan sang musisi K-Pop ataupun dari konser ke luar Korea Selatan dengan membawakan lagu-lagu berbahasa Korea, di kawasan Barat sekalipun. 

Mereka tidak malu akan bahasa mereka sendiri dan mereka biasanya jarang menggunakan lagu dengan lirik bahasa Inggris ketika melakukan konser di luar negeri. Ini yang kurang dari musik Indonesia, para stakeholder dan musisi Indonesia sepertinya kurang pede jika konser di luar negeri dengan menggunakan bahasa Indonesia dalam lirik lagunya.

Faktor terakhir yang membuat musik K-Pop menjadi salah satu genre musik yang paling berpengaruh di dunia saat ini adalah dukungan langsung dari Pemerintah Korea Selatan yang diwakili oleh Departemen Kebudayaan Korea Selatan yang setiap tahun menganggarkan sekitar 20% dana APBN Korea Selatan untuk kemajuan musik K-Pop. 

Karena Pemerintah Korea Selatan menganggap industri K-Pop ini adalah salah satu lahan yang bagus selain elektronik untuk menaikkan pendapatan negara.Sekali lagi dunia musik Indonesia seakan terabaikan oleh pemerintah,pemerintah yang diwakili Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Pemerintah sepertinya menyerahkan masalah musik kepada stakeholder lokal yang mungkin masih belum cukup pengalaman untuk mengorbitkan dan mempublikasikan musisi dan lagu Indonesia ke luar negeri. 

Padahal musik merupakan salah satu budaya yang tidak hanya wajib dilestarikan tetapi juga harus dipublikasikan kepada dunia luar untuk memperkuat identitas bangsa di mata dunia agar Indonesia tidak lagi menjadi bangsa yang terlalu “konsumtif” terhadap pengaruh dari negara lain terutama di bidang musik.

Jayalah selalu musik Indonesiaku…
Share:

Kesehatan: Jangan Langsung Bangun Setelah Mata “Melek”

Ilustrasi ekspresi bangun tidur.
Bangun setelah beristirahat tidur yang cukup memang suatu hal yang melegakan untuk tubuh. Karena tubuh terasa segar kembali setelah aktivitas padat yang melelahkan sepanjang hari kemarin. Namun siapa sangka, sebagian ahli kesehatan justru menganggap setelah sadar lalu mata melek dan langsung membangkitkan diri untuk memulai aktivitas adalah hal yang salah. 

Mengapa hal tersebut salah untuk dilakukan? Karena perubahan posisi mendadak dari berbaring ke berdiri dipengaruhi gaya gravitasi yang menyebabkan terkumpulnya cairan tubuh di bagian bawah. Sebanyak 500cc terkumpul di tungkai dan 250cc di bagian panggul, sehingga tekanan darah menurun. Keadaan ini segera direspon oleh tubuh dengan meningkatkan frekuensi denyut jantung dan tahanan pembuluh darah agar tekanan darah kembali normal.

Bagi yang memiliki kebugaran sirkulasi yang baik biasanya pengembalian kondisi tubuh setelah tidur hanya sampai 30 detik. Namun bagi yang kebugaran sirkulasinya buruk, akan mengakibatkan kegagalan respon tubuh terhadap perubahan kondisi tersebut dapat dirasakan seketika seperti: mata berkunang-kunang, pusing, lelah, keringat dingin, kesemutan, cemas. 

Bahkan jika dibiarkan, di masa depan dapat terjadi gangguan seperti : kenaikan tekanan darah, kenaikan kolesterol, serangan jantung bahkan stroke. Kondisi tersebut dapat diperburuk dengan adanya dehidrasi. 

Apalagi, hidup di negara tropis seperti Indonesia, membuat seseorang mudah mengalami dehidrasi. Kondisi cairan tubuh yang cukup merupakan modal utama bagi tubuh agar mampu bertahan menghadapi perubahan lingkungan di luar yang senantiasa berubah.

Supaya tubuh nyaman saat bangun tidur, sebaiknya jangan langsung berdiri, apalagi langsung mandi. Coba lakukan gerakan 3,5 M (3 x ½ Menit) berikut:

• Saat masih di tempat tidur, miringkan tubuh ke kanan selama 30 detik

• Setelah itu, duduk di tepi tempat tidur selama 30 detik

• Kemudian berdiri selama 30 detik, ditambah gerakan jinjit sebanyak 8 kali, untuk membantu memompa darah dari kaki kembali ke jantung.

• Akan lebih baik jika diteruskan dengan olahraga ringan.

Jangan lupa untuk minum sebelum tidur dan sesudah bangun tidur untuk menjaga asupan cairan bagi tubuh. Karena itulah, jika kita sudah bangun tidur jangan langsung bangkit untuk berdiri, berbaringlah sejenak terlebih dahulu, “ngulet-ngulet” dahulu, baru setelah itu berdirilah setelah kondisi tubuh sudah nyaman untuk memulai aktivitas kembali di pagi hari.
Share:

Ilmu dan Kecanggihan: Buku dan Handphone

Ilustrasi buku dan smartphone, sebagai bagian dari sinergi ilmu dan kecanggihan.
Sekarang ini eranya alat-alat canggih atau istilah kerennya adalah teknologi. Ya, banyak teknologi yang telah menjadi bagian dari hidup manusia sekarang ini, salah satu diantaranya teknologi komunikasi dan informasi (TIK). Handphone adalah salah satu contoh dari kemajuan teknologi komunikasi dan informasi. Terus, apa hubungannya antara handphone dan buku ? Hubungan antara handphone dan buku ada di sebuah bagian yang biasa kita sebut sebagai ilmu.

Ilmu, riwayat pembuatan handphone dapat ditelusuri dari sini. Dari hal saling kontak lewat telepon, menggunakan sinyal atau gelombang sama seperti telepon rumah dengan kode nomor. Lalu berkembang teknologi berbalas pesan teks yang terinspirasi dari surat menyurat lewat pos. 

Hingga kini berkembang lebih jauh, dengan bisa mengakses semua portal hal apapun dari dalam maupun luar negeri dalam bentuk jaringan internet. Semua kecanggihan ini berawal dari informasi dan ilmu yang berkaitan dengan teori-teori yang ada dalam buku.

Di era sekarang juga manusia sudah bisa mempelajari ilmu-ilmu yang ada di bumi ini dengan tinggal menekan atau mengklik pilihan yang ada pada handphone. Sudah tidak perlu repot-repot lagi pergi mencari buku untuk belajar. Namun setelah itu semua, dengan semakin canggihnya handphone apakah manusia lantas meninggalkan buku sebagai bahan informasi utamanya ? 

Saya rasa harusnya tidak, karena biar bagaimanapun buku tetap memiliki informasi dan pengetahuan yang lebih dalam dan lengkap, ketimbang dari aplikasi internet yang diakses lewat handphone.

Intinya, buku tetaplah sumber utama ilmu. Buku tetaplah acuan manusia untuk berkembang. Walau ada ungkapan tak semua hal yang ada dalam hidup ada di dalam buku. Tetap saja manusia dalam era modern seperti ini sebelum hadirnya inovasi baru dalam teknologi, memerlukan buku untuk menunjang kehidupannya. 

Karena bukulah merupakan sarana yang memungkinkan manusia untuk menikmati kehidupan yang jauh lebih modern. Buku adalah sarana yang bisa membawa manusia menuju peradaban yang jauh lebih baik. Dan ingatlah buku bisa melahirkan handphone, tetapi handphone tak bisa melahirkan buku.

Tak ada handphone jika tidak berawal dari ilmu dan informasi dari buku. Jadi karena itulah kita sebagai manusia sudah seharusnya membaca buku untuk menggali informasi, ilmu, dan juga menambah pengetahuan khususnya teknologi. 

Tetapi bukan berarti kita tidak boleh menggunakan handphone sama sekali. Kita tetap menggunakannya sebagai apresiasi kita terhadap pencipta handphone yang pasti teori pembuatannya berawal dari buku. Manusia harus tetap membaca buku agar kelak dirinya mampu lebih pintar daripada ponselnya dan jangan sampai terjadi hal sebaliknya.

Dengan membaca buku juga, siapa tahu kita manusia yang berasal dari generasi sekarang ini dapat menciptakan teknologi informasi dan komunikasi yang lebih canggih di masa depan. Iya, kan ?
Share:

Komunitas Angkot Gaul Bogor: Hobi & Kenyamanan Penumpang

Tampilan interior salah satu mobil angkot gaul Kota Bogor.
Buat Anda yang pernah atau sering main ke Kota Bogor dan sekitarnya, terutama dengan angkutan umum alias angkot. Anda pasti pernah menaiki angkot-angkot Kota Bogor yang terkenal sangat banyak nomor trayeknya dan sampai membuat Kota Bogor kini bukan hanya dikenal sebagai kota hujan lagi, melainkan kota sejuta angkot.

Nah, dari semua trayek angkot tersebut beberapa di antaranya angkot yang mendapat sebutan angkot gaul. Angkot gaul di sini, yaitu angkot yang memiliki sebuah fasilitas standar penunjang hiburan penumpang di bagian dalam mobil yaitu seperangkat alat sound system. Sound system ini terpasang di bagian dalam belakang angkot tersambung dengan pemutar musik yang ada di bagian depan dalam angkot dekat kursi supir.

Sang supir pun selain bisa menjalankan tugasnya selain mengantar penumpang ke tempat tujuan juga bisa memilihkan lagu yang cocok layaknya seorang DJ. Ada juga para supir yang menambah hiasan lain seperti minibar dan lain-lain untuk menambah keeleganan angkot.

Selain fasilitas tersebut, ternyata kumpulan angkot tersebut juga membentuk komunitas guna mempererat solidaritas sesama angkot gaul. Beberapa komunitas angkot gaul di Kota Bogor dan sekitarnya yang terkenal di antaranya Monster, Sexy, dan Saga (Salah Gaul).

Ciri khas dari komunitas angkot ini jika terlihat dari luar ialah tampilan eksterior angkot yang mirip dengan mobil pribadi yang dimodifikasi seperti bagian bawah mobil yang diceperin, penggunaan velg ban yang mirip seperti velg mobil balap, dan lampu depan-belakang yang warna warni terlihat jelas jika di malam hari. Selain itu, komunitas angkot gaul ini juga dibentuk karena tumbuh rasa kesamaan dalam hobi memodifikasi angkot.

“Kalo naik angkot yang model begini enak jadinya kita bisa lebih betah di dalem angkot sambal denger musik, jadi gak bete”, ujar Eni siswa SMA yang sering naik angkot gaul.

Hal ini pula yang menjadi salah satu faktor orang-orang di Bogor mau menggunakan angkot dalam perjalanan pergi atau pulang, karena kenyamanan dengan berbagai fasilitas di dalam angkot bisa membuat penumpang sejenak menghilangkan stress saat jalanan macet. Faktor lain adalah penumpang yang naik angkot karena alasan komunitas-komunitas tertentu.

“Sebenarnya kumpulan komunitas angkot yang ada di Bogor ini hanya biar pada saling kenal aja, biar tau sopir dari jurusan mana saja gitu”, ujar salah seorang supir 08 jurusan Citeureup-Pasar Anyar, Irman.
Share:

Labels

Recent Posts

Unordered List

Pages